Assalaamu'alaikum wr.wb.
Wahai sahabatku, bagaimanakah cara kita untuk masuk dalam Jihad Fii Sabiilillaah ? padahal dalam benak kita, kita ingin sekali ikut berperang untuk melawan musuh-musuhnya ALLOH SWT !
Ada beberapa 'amalan yang didalamnya terkandung pahala "Mati sewaktu-waktu apabila kita setelah mengamalkan 'amalan tsb maka dihukumi Mati Syahid", 'amalan tsb antara lain :
(1). Membaca Lafal ISTIGHFAR (Astaghfirullooh, sebanyak 7.000x, dalam sehari),
(2). Kita Mencari 'ilmu Al-Qur'an dan atau Al-Hadits, dan dalam perjalanannya kita meninggal maka dihukumi Mati Syahid juga.
(3). Kita membela diri kita karena kita dalam kebenaran dan kita mempertahankan tsb sampai mati, maka dihukumi Mati Syahid.
(4). Tentu, jalan yang cepat dan dalam Al-Hadits belum ada Al-Hadits yang di-Mansuh (=dihapus/diganti dengan Al-Hadits yang lebih Shohih), yaitu Hadits tentang "PERANG". Dalam artian bahwa dalil (Al-Hadits) PERANG tidak pernah diralat / diganti / dihapus, artinya : PERANG menurut HADITS SHOHIH terjadi sampai dengan KIAMAT, dan pada puncaknya pada Akhir Jaman nanti terjadinya Perang yang dimenangkan oleh SUKU PERSI (yang sekarang adalah IRAN), ini menurut salah satu Hadits. Maka dengan ini, status pemahaman Perang dipersilahkan pada individu masing-masing untuk memahaminya. Ada yang bersemangat untuk Berangkat Perang di Jalan ALLOH SWT yaitu di Medan Perang Nyata (Irak / Afganistan / Palestina / Somalia / Sudan) tentu kita tidak boleh menyalahkannya karena ini adalah Aqidah yang diyakininya, dan tentu secara nyata musuh ALLOH sudah jelas yaitu pasukan kufur amerika beserta sekutu-sekutunya.
Kalau kita tidak setuju, mungkin bisa kita renungkan bagaimana nasib bangsa kita dahulu sewaktu dijajah belanda, mereka membunuh hampir semua rakyat yang tidak bersenjata, apalagi yang bersenjata. Jadi bila waktu itu kita hidup maka tentu kita akan mengatakan Bunuh Semua orang belanda yang kalian ketahui dimanapun dan kapanpun !!
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
Minggu, 11 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)